Sakit pasti pernah dialami semua orang di dunia. Tidak pernah ada orang yang pernah benar-benar sehat selama hidupnya. Bahkan seorang dokter pun pernah sakit, baik itu secara fisikly atau mental.

Bagi para muslim, menjenguk orang sakit bukanlah hal yang aneh, bahkan merupakan hal yang wajib dilakukan. Bagaimana pula kita tidak menjenguk saudara kita? Saudara? Bukankah semua muslim bersaudara? Jadi sebagai saudara, kita harus bersikap baik. Dan bukankah salah satu ciri saudara yang baik adalah ketika seseorang yang kita sebut saudara tergolek lemah tidak berdaya, kita harus menjenguknya, menghiburnya, dan bahkan dalam islam kita juga diajarkan bacaan doa untuk orang sakit.

Dengan membaca doa untuk menjenguk orang sakit, kita meminta pada Allah SWT, untuk menyembuhkan saudara kita. Bukan hanya itu, ternyata menjenguk orang sakit juga memiliki banyak keutamaan. Dan berikut ini keutamaannya!

  • Dari Tsauban Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa yang menjenguk orang sakit, ia berada dalam kebun surga sehingga dia kembali.”  (HR. Muslim)
  • Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga.” (HR. al-Tirmidzi)
  • Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga.” (HR. Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan ahmad)

Nah itu dia beberapa keutamaan yang dapat kita peroleh dengan menjenguk orang sakit. Namun tentu saja, menjenguk orang sakit juga akan membuat mereka merasa lebih baik, lebih semangat sembuh, juga lebih bahagia. Dan bukankah tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melihat saudara seiman kita bahagia?